"Life Is An Adventure And Happiness Is Not A Destination It Is A Way Of Life"

"La Felicidad No Es Destino Lo Es Camino"

"Hamemayu Hayuning Bawono"

Senin, 02 Februari 2015

BHINEKA (KORUPSI) TUNGGAL IKHA


Kalimat tersebut diatas adalah Sebuah Jargon yang sangat terkenal di negara HASTINAPURA yang di pimpin oleh para BUTHO. Dimana dalam setiap kesempatan para petinggi negara ini selalu saja melakukan ‘Brainwash’ dan mengekploitasi nalar massa dengan ajaran ajaran moralitas kelas SOFI dengan ide kerukunan dalam kemajemukan, penghormatan atas sesama yang berbasis kepada kalimat sanskrit  “BHINEKA KORUPSI TUNGGAL IKHA atau SOMOS DIFERENTES SOMOS IGUALES atau WE ARE DIFFERENT WE ARE EQUAL, yang tanpa diajaripun, sebenarnya masyarakat negara wayang ini telah melakukan ajaran sufi kelas wahid ini semenjak dari lingkungan keluarga dimana mereka dibesarkan, sebagai cermin penghormatan atas homogenitas yang telah menjadi ciri mereka secara genetis.


Akan tetapi apa lacur, pada sisi grass root menjalankan humanisme dalam keseharian sedangkan pada sisi elit politisi terjadi eksploitasi asset negara secara serampangan tanpa melihat kepada realitas kehidupan massa marginal. Kasus kasus  Korupsi yang bernilai besar hanya diselesaikan dengan cara Gotong Royong diantara elit politisinya (karena sebagian besar dilakukan berjamaah), belum lagi kasus dari para pengusahanya yang setelah mengisap kekayaan alam, mereka melakukan pengemplangan pajak dan permasalahanpun ujungnya diselesaikan secara politis, sementara itu pada sisi lain, para amtenaar yang non disiplin mendapatkan kenaikan upah berkala yang menghabiskan anggaran negara tahunan sampai dengan 60% (2014), kemudian Korupsi Berjamaah dalam Partai Politik telah menjadi etik, Public Service yang useless, kesemuanya itu adalah menu keseharian yang harus dinikmati oleh penduduk HASTINAPURA yang LUGU (Lucu Wagu Tur Saru).


Jika saja sebagian besar dari penduduk Negara HASTINAPURA mengetahui  bagaimana kekayaan terdistribusi secara makro, dimana pergerakan Kesejahteraan Rakyat tidak bisa lepas dari Kerja Keras dibawah sistem Ekonomi yang terencana dan matang, dengan melakukan Control Social terhadap kekuasaan dan hukum maupun kepartaiaanya, pastilah setiap hari akan terjadi Demonstrasi besar besaaran yang berujung kepada Mass Revolution yang Radical. 
Mengapa karena mereka merasa sudah Membayar Pajak dengan hasil dari kerja keras, akan tetapi nilai kesejahteraan yang di distribusikan kembali oleh Pemerintah tersumbat oleh moralitas politisinya, dimana pembangunan hanya terjadi dari sisa sisa Anggaran Negara, setelah dipotong oleh biaya Korupsi dan biaya  Kemahalan Politik di negri ini.


Seandainya saja kita memiliki rumah tangga, 60% dari anggaran pendapatan dan belanja kita adalah untuk membayar pembantu, sedangkan 20% adalah untuk investasi masa depan berupa pendidikan anak cucu, maka hanya akan tersisa 20%.
Jika 20% dari anggaran tersisa digunakan untuk membiayai infrastruktur dan menciptakan kesejahteraan didalam kita punya rumah tangga, maka jelas anggaran ini akan tidak mencukupi, sehingga apa yang akan kita lakukan adalah berhutang, berhutang dan berhutang sampai menumpuk dan akhirnya kita susah untuk melunasinya.
Seandainya pembantu yang telah menghabiskan 60% dari total anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga melakukan kecurangan pada saat implementasi anggaran yang hanya 20% tadi, maka akan semakin jelas, bahwa hutang dari kita punya rumah tangga, dari tahun ke tahun akan semakin meningkat, dan cita cita kesejahteraan massa, tidak mempunyai ujung yang jelas

Jargon pada sisi positif dapat mempengaruhi persepsi massa, sehingga akan mempermudah pemilik kekuasaan untuk menjalankan suatu sistem, karena tembok penghalang berupa HETEROgenitas kepentingan rakyat telah terarahkan.
Akan tetapi jika jargon hanya berlaku pada lapisan rakyat saja, sedangkan pemimpin dan politisinya melakukan hal yang kontra produktif , maka dapat kita hipotesakan bahwa negara HASTINAPURA adalah salah satu Negara Full Jargon yang ada di planet bumi dan yang pernah dikenal oleh peradaban organisme mamalia dari jenis manusia.

Sehingga  KESEJAHTERAAN RAKYAT = MIMPI DI SIANG BOLONG


el fin de ernero de 2015
atosuryo tjah angon

Tidak ada komentar: