BEFORE...........
dapat mengikuti test tertulis guna mendapatkan Licence PL1 Paragliding, Begitu selanjutnya proses ini berulang sampai dapat mencapai rating instruktur.
Apakah yang membedakan antara glider training (DHV 1), glider lanjutan (DHV 2), serta glider kompetisi (DHV 3). (DHV adalah sebuah badan sertifikasi glider yang berkedudukan di Jerman. Dimana salah satu tugasnya adalah melakukan uji laik terbang glider).
Hal utama yang dimiliki Glider Training adalah: glider ini sengaja didesain untuk memiliki speed yang rendah, dapat inflatekan dengan mudah, mempunyai stabilitas yang tinggi, dihandling dengan mudah, tahan terhadap turbulensi pada saat terbang, mempunyai cell yang besar serta hal-hal lain yang menampakkan bahwa performanya memang digunakan untuk pilot siswa dan beginer pilot.
Karena glider DHV1 mempunyai speed yang rendah sehingga tidak dimungkinkan untuk terbang pada kecepatan angin yang tinggi, pertanyaanya adalah mengapa glider DHV1 Tidak boleh digunakan pada speed angin yang tinggi ?
Sebagai ilustrasi atas jawaban diatas adalah apakah mungkin bila ada sebuah kapal dengan kecepatan maju 10kmh bergerak melawan datangnya arah angin yang berkecepatan 20kmh? hal ini jelas tidak mungkin karena kapal hanya dapat bergerak maju melawan arah datangnya angin yang berkecepatan dibawah 10kmh, hal ini terjadi karena pada tubuh kapal itu sendiri terdapat hambatan gerak maju yang didalam dunia penerbangan disebut sebagai drag.
Gambaran air speed
Tidak seperti pada glider high performance yang mempunyai glide speed (kecepatan luncur dari sebuah glider) yang tinggi.
Biasanya glider high performance mempunyai glide rasio serta aspek rasio yang tinggi. Ini berbanding terbalik dengan ciri ciri glider DHV1.
Glide rasio adalah perbandingan ketinggian terhadap jarak luncur sebuah glider. Sebagai contoh: Glider dengan glide rasio 1:8 dapat diartikan bahwa pada tiap penurunan ketinggian 1meter glider ini dapat meluncur sejauh 8meter, hal tersebut diatas dapat terjadi apabila angin pada kondisi zero. Dimana seperti kita ketahui kondisi zero wind tidak akan terjadi efek turbulensi.
NEXT POST.........Happy Landing
www.kompasiana.com/atmosuryo
www.kompasiana.com/atmosuryo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar